Bertemu Teman-teman Penulis Buku Anak di Bandung

Oktober 13, 2022

Rangkaian acara pembekalan calon penulis model buku nonteks pelajaran Pusat Perbukuan Kemendikbud yang lalu, menyisakan kenangan manis. Gimana nggak manis coba. Saya jadi bisa  ketemuan dengan teman-teman para penulis buku anak dari berbagai daerah. 

Teman-teman yang tadinya hanya kenal dan berinteraksi di media sosial, ngobrol via chat WhatsApp, eh tahu-tahu hadir di depan mata. Nama-nama yang sebelumnya hanya saya baca di majalah Bobo, bisa bertemu langsung. 

Tengah: Mbak BE Priyanti.
Berdiri: Mbak Emilia Francisca
Para penulis yang ceritanya sering mejeng
di majalah Bobo.

Bareng Mbak Fajriatun Nur, penulis
yang bukunya juga udah bejibun
dan sering menang sayembara GLN

Kalau ini, Ana Fahlestein. Sering jadi pemenang lomba nulis juga. Salah satu temen curhat online. 😁

Mbak Ruwi Meita, alias Witaru Emi.
Terkenal sebagai penulis novel thriller.
Sekarang mulai terjun ke dunia bacaan anak.

Dan tahu nggak, mereka semua seru dan ramah, lho. Jadi nggak berasa kalau baru pertama kali ketemu. Rasanya kayak kawan lama aja, haha. Rezeki banget, kan?


Penulis Buku Anak yang Ceria

Kalau penulis sudah ketemuan, pasti yang diobrolin seputar nulis, buku, dan gosip terkini dunia menulis, wkwk. Nggak hanya itu, tentu saja kami juga membahas anak dan suami yang harus ditinggal di rumah. Maklum, 99% penulis yang ikut kemarin adalah emak-emak.😆

Nah, di malam hari ketiga acara, kan sudah penutupan tuh. Wah, kami berasa dibebaslepaskan, wkwk. Udahlah, ruangan meeting sampai lift jadi lokasi foto-foto. Nggak mentor nggak mentee, semua berfoto ria. 

Mentor/editor, penulis, art director, dan panitia di ruang meeting.

Siapa pun yang pegang kamera, mari mendekat 😁
Ada Mbak Dian Kristiani, mentor jenjang B2.

Paling kanan, Mbak Eva Nukman

Keesokan harinya, sebelum check out, sebagian besar dari kamu jalan-jalan cari lokasi foto lagi! 😆 Beruntung ada Kang Iwok Abqary, satu-satunya perserta bapak-bapak, yang hobi nemenin emak-emak foto-foto. Thanks ya Kang!






So, here we are. 

Penulis bacaan anak yang (katanya) harus selalu happy, biar bisa menjiwai naskahnya. Hidup penulis bacaan anak!




You Might Also Like

0 komentar