Yuk, Berkenalan dengan Rumah Kita, Rumah Singgah Pasien Kanker

November 04, 2018

Rumah Kita YKAKi CabangSemarang, Jl. Kedungjati No. 6
(Sumber foto: ykaki.or.id)

Sepulang dari acara Prasidatama Oktober lalu, saya dan si sulung mampir ke Rumah Kita. Sebetulnya sudah punya niat sejak kapan hari, tapi baru ada kesempatan. Selain untuk silaturahim, tujuan saya juga untuk mengajak anak saya mengenal sisi lain dunia ini. Bahwa di luar sana, ada orang-orang tangguh yang sedang berjuang untuk diri mereka sendiri, juga untuk orang tercinta.


Jadi, Rumah Kita itu apa, sih? Rumah siapa? Yuk, kita kenalan!


YKAKi, Apa Itu?

Sebelumnya, kita kenalan dulu dengan YKAKi, dibaca ye-ka-ki (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia – Indonesian Care for Cancer Kids Foundation). Sesuai dengan namanya, yayasan sosial ini memiliki visi dan misi mendukung dan membantu anak-anak Indonesia yang menderita kanker.
YKAKi tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Manado, Riau, Makassar, Malang, dan Semarang.

Jadi, Rumah Kita adalah salah satu program YKAKI peduli. Selain Rumah Kita, ada juga Sekolah-ku -yang biasanya dijadikan satu dengan Rumah Kita, serta program edukasi mengenai kanker pada masyarakat luas. Wah, luar biasa, ya!

Brosur dari YKAKi mengenai deteksi dini kanker pada anak

Mengenalkan Rumah Kita dan Sekolah-ku lewat media brosur

Nah, salah satu cabang YKAKi ada di Semarang. Tepatnya di komplek PJKA, Jl. Kedungjati No. 6 Semarang, dekat sekali dengan pintu masuk samping RS dr. Kariadi Semarang. Di sana, tersedia fasilitas Rumah Kita dan Sekolah-ku.

Kebetulan, Vita teman kuliah saya, adalah pengurus YKAKi cabang Semarang. Jadi, saya sudah janjian untuk datang ke sana. Alhamdulillah, saya dan anak saya diterima dengan ramah oleh Mbak Ajri, salah satu admin dan pengurus di sana. Mbak Ajri mengajak kami berkeliling dan menjelaskan perihal Rumah Kita.

Sayang, saya nggak sempat ambil banyak foto di sana. Karena meskipun dengan senang hati Mbak Ajri mengizinkan, entah kenapa rasanya saya ewuh sekali. Takutnya mengganggu privasi pasien dan keluarganya. Jadi, sebagian foto di postingan ini, saya ambil dari laman ykaki.or.id.


Rumah Kita YKAKi, Rumah Singgah Bagi Pasien


Jadi, Rumah Kita sebenarnya adalah rumah singgah. Yakni hunian sementara bagi pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan, khususnya pasien anak. Seperti yang kita tahu, pengobatan kanker, semisal kemoterapi itu kan, harus berkali-kali bolak-balik ke rumah sakit. Kalau rumah pasien dekat dengan RS tempat berobat sih, nggak masalah. Namun kalau rumah pasien jauh atau dari luar kota, gimana dong? Tentu akan sangat melelahkan, juga butuh biaya tak sedikit untuk transportasi dan akomodasi.

Maka, rumah singgah inilah solusinya. Pasien anak beserta satu orang pendamping, bisa jadi ‘penghuni’ Rumah Kita selama masa pengobatannya. Dengan begitu, insyaAllah menjamin proses pengobatan anak bisa kontinyu dan tuntas.

Selain Rumah Kita yang dikelola YKAKi, di Semarang ada beberapa rumah singgah lain, di antaranya rumah singgah milik RS dr Kariadi.


Fasilitas di Rumah Kita

Di Rumah Kita cabang Semarang, ada 3 ruang kamar, dengan total jumlah tempat tidur 12 buah. Namun jika kondisi darurat, dapat disiapkan tempat tidur tambahan. Setiap bed selalu terjaga kebersihannya.

Salah satu kamar tidur di RK Cabang Semarang.
(Sumber foto: ykaki.or.id)
Selain itu, ada ruang terbuka berumput di bagian belakang rumah. Di sana ada beberapa alat permainan seperti ayunan, juga ada televisi. Ruang terbuka ini menjadi semacam ruang serbaguna.

Ruang terbuka serbaguna.
Semua ruangan dicat dengan warna cerah ceria. 


Kamar mandi dan tempat mencuci

Ada pula dapur yang cukup luas dan bersih. Yang menarik, tidak ada koki khusus di sana. Semua kegiatan menyiapkan makanan dilakukan bergiliran oleh para orang tua pendamping pasien. Sedangkan bahan makanan menjadi tanggung jawab pengelola.

Dapurnya rapi banget. (Sumber foto: ykaki.or.id)

Selain itu, RK juga menyediakan sarana transportasi semacam mobil ambulan, untuk mengantar jemput anak dari dan ke RS. Terkadang karena keterbatasan yang ada, RK harus meminta bantuan ambulan ke rumah singgah lain.


Sekolah-ku

Salah satu fasilitas keren di Rumah Kita adalah kegiatan Sekolah-ku. Tujuannya, agar pasien tetap bisa mendapat haknya untuk mereguk ilmu, meskipun sedang sakit dan berobat. Jangan sampai menjadi putus sekolah. Namun tentu saja, semua disesuaikan dengan kondisi anak, jadwal pengobatan, serta kondisi psikologis  anak. Ada satu ibu guru yang siap menemani anak-anak belajar.

Di sini saya kaget banget, mendapati picbook pertama saya, Bonbon si Hidung Tomat, tergeletak di salah satu meja. Sudah kumal, tanda banyak dibaca. Ya Allah, speechless saya. Semoga Bonbon membawa banyak keceriaan bagi anak-anak ini. Aamiin.

Lihat, yang merah di atas meja itu buku Bonbon!

Siapa Saja yang Bisa Singgah di Rumah Kita?

YKAKi mengutamakan pasien dari keluarga prasejahtera untuk mendaftar dan tinggal di Rumah Kita. Usia anak sampai dengan 18 tahun. Namun mereka tidak menolak, jika ternyata ada pasien dari keluarga mampu yang membutuhkan bantuan. Syaratnya mau mengikuti semua aturan yang ada.

Setiap pasien dikenai biaya sebesar Rp5.000, 00 per hari. MasyaAllah, murah sekali, ya. Oleh sebab itu, sebetulnya pengelola juga butuh bantuan dan dukungan dari masyarakat, agar bisa tetap teguh beroperasi.


Kita Bisa Bantu Mereka

Selain dana, tentu saja – YKAKi, Rumah Kita, dan Sekolah-ku sangat membutuhkan bantuan sembako, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, peralatan sekolah, buku-buku sekolah dan buku bacaan bermutu, serta alat permainan edukatif.

Hiks, baru ini yang bisa saya bagikan untuk anak-anak RK
Bantuan dana bisa disalurkan ke rekening yang tertera di foto berikut. Bantuan nontunai bisa diserahkan langsung ke Rumah Kita di Jl. Kedungjati No. 6, untuk area Semarang dan Jawa Tengah.



YKAKi cabang Semarang


Kita dan Mereka

Banyak bersyukur. Itu hikmah yang saya petik. Anak saya juga kayak yang speechless gitu. Mudah-mudahan membuat kami jadi orang yang lebih baik lagi. Menghargai hidup dan kehidupan. Jangan kalah semangat dengan anak-anak tangguh ini.

Seperti Haris, pasien asal Pangkalanbun, Kalteng. Dia tampak segar dan chubby, terus mengelilingi rumah dengan otopetnya. Sebagian anak-anak dengan kanker memang bisa terlihat sehat dan dapat beraktivitas seperti anak biasa. Walaupun dari cerita Mbak Ajri, sudah banyak anak yang telah menemui sang penciptanya, setidaknya mereka telah berjuang.

Oya, ada tips dari Mbak Ajri. Jika kita bertemu dengan pasien kanker atau keluarganya, hindarilah bermuka sedih, apalagi bertanya-tanya kenapa sampai sakit. Sebaliknya, berempatilah dengan cara menunjukkan sikap biasa, bukan 'kasihan'. Beri semangat tapi jangan lebay.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan untuk mereka semua. Aamiin. Terima kasih, Rumah Kita, telah memberi pelajaran yang sangat berharga.


Info
Rumah Kita YKAKi Cabang Semarang
Jl. Kedungjati No. 6 Semarang
Telp. (024) 7644 1400
Instagram: @ykakisemarang

You Might Also Like

16 komentar

  1. hai mbak lia salam kenal....smoga tetap semangat ya anak2 pasien kanker YKAKI..pasti mrk senang ya dapat buku dari mbak lia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, Mbak, salam kenal juga. Aamiin, semoga ya Mbak. Kita doakan bersama.

      Hapus
  2. Kayanya aku klo main ke rumah singgaj bawaanya mewek aja deh padahal ga boleh ya mbak. Harus ceria supaya semangatmya menular ke anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, harus ceria dan semangat. Dilarang mewek, hehehe.

      Hapus
  3. Beneraan ini aku baru tau mba ada rumah singgah untuk anak penderita kanker, semoga yang memprakarsai dan yang merawat semua dapat dapat barakah Allah uda mempermudah dan menyemangati penderita kanker

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Alhamdulillah, tulisan ini jadi pintu informasi buat Mbak Un. :)

      Hapus
  4. Mbak aku speechless bacanya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mbak, pas ke sana aku juga gimanaaa gitu. Tapi salut untuk mereka semua, pasien maupun pengelola.

      Hapus
  5. Aku udah tahu kalo ada rumah singgah, tapi gak tahu letaknya sebelah mana. Ternyata sebelahan ya ama RS Karyadi. Lia keren udah sedekah buku, barakallah ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih Mbak Wati. Mungkin yg Mbak dengar itu rumah singgah punya Kariadi? Yg ini khusus untuk anak. Iya, masuk seberang gerbang gedung Merpati, Mbak.

      Hapus
  6. Wah membantu sekali ya tempat ini buat para orangtuanya jadi nggak pusing lagi harus menginap di mana tfs mba

    BalasHapus
  7. Pernah denger ttg rumah singgah ini, tapi blum pernah mengunjunginya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan-kapan main ke sana, Mbak. Yg penting pas kondisi kita sehat. :)

      Hapus
  8. Oalah ini kayaknya udah pernah masuk di rubrik majalah kesehatan di Fakultas ku mbak. Mungkin lewat sini bisa lebih banyk yg tau dan bisa berbagi.

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah ada rumah singgah lumayan membantu pasien ya mba. Aku juga pernah lihat ada rumah singgah buat pasien di daerah Pedurungan. Mudah2an makin banyak yg peduli, kasian kalo dari luar kota harus bolak-balik capek dan banyak biaya.

    BalasHapus