Salah Satu Naskah Favorit Saya: Berteman, Yuk!

Oktober 22, 2018


Waktu itu, saya lagi bete dan galau karena masih recovery setelah flu panjang, ketika sebuah paket datang. Wah, bukti terbit! Yeeei, ini pasti buku yang saya nanti-nantikan kelahirannya: Berteman, Yuk! Langsung saya robek dengan tidak sopan bungkus paketnya, heheh. Maklum, excited banget. Dan taraaa ... buku unyu itu hadir di depan saya. Uuuh, senangnyaaa!



Haikal langsung asyik baca Berteman, Yuk


Ide Awalnya

Buku ini diawali dari ide yang saya ajukan pada Mbak Yenni, salah satu editor saya. Mbaak, nulis tentang berteman dan problematikanya, gimana?

Target pembacanya dedek-dedek emesh. Anak balita gitu. Misalnya, gimana memulai berteman, gimana kalau ada temen berantem, atau gimana saat ada teman baru. Konsepnya picbook: sesedikit mungkin teks, biarkan ilustrasi dan imajinasi yang bicara. Dibuatlah proposal, dan yes! Di-ACC!

Sedikit Teks, Gampang?

Huhuhu, jangan kira. Nulis picture book alias picbook itu, nggak seiprit tulisan jadinya. Satu-dua kalimat di tiap halaman, lamaaa mikirnya. Banyaaak pertimbangannya. Nggak jarang, malah dihapus total, karena sudah diwakili gambar. Gituu.

Jadi, kalau kalian lihat nih naskah aslinya, narasi untuk panduan ilustrasi bisa jauh lebih puanjang daripada teks cerita.

I Love This Script

Yep. Karena saya enjoy banget nulisnya. Saya berharap buku ini bisa jadi salah satu picbook yang cukup ideal. Artinya, bener-bener teks diwakili oleh ilustrasi. Nggak perlu banyak omong. Dan semakin ideal suatu naskah, makin jauh saya dari rasa bersalah. Haha.

Di buku ini, saya bergandengan dengan Mbak Fauzia Khoirunnisa. Untuk pertama kalinya kami kerja bareng, tapi beliau asyik. Gambarnya lucuu. Pas buat anak-anak. Makanya saya nggak sabar nunggu buku ini jadi.

Saya harap, buku ini bisa menjadi teman bagi anak-anak Indonesia. Menghibur dan menceriakan!



You Might Also Like

0 komentar