Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Murid Lugu (dimuat di Gado-gado Femina, Juni 2012)

Mengajar di sebuah sekolah menengah pertama yang berada jauh dari ‘peradaban’, pastilah bukan cita-cita suami saya di awal kariernya sebagai guru. Namun apa hendak dikata, ternyata SK PNS-nya menempatkan sang guru seni musik itu di sebuah SMP nun di atas perbukitan kapur di utara kabupaten kami. Sebuah lokasi yang untuk mencapainya harus mendaki jalan berbatu gunung yang terjal dan menembus kegelapan hutan jati. Yang bila musim hujan, jalan itu berlapis lumpur licin yang sanggup melontarkan para guru dari atas jok motor mereka. Soal penghuni sekolah alias para murid, sayangnya berbanding lurus dengan kondisi geografis dan ekonomis daerah itu. Terbatasnya akses informasi dan modernisasi, membuat mayoritas murid (pun warga) menjalani kehidupan yang sangat sederhana juga lugu. Alih-alih kenakalan yang lazim ditemui di usia remaja, suami saya justru acapkali menemukan polah yang cenderung ‘ajaib’. Misal pada suatu saat suami saya mengadakan ulangan harian. Salah satu soalnya ber…