Langsung ke konten utama

Bunda, Ayo Berinternet Sehat !

Sekarang ini, tak bisa dipungkiri, internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi sebagian besar manusia, pun ibu rumah tanga. Beragam pemanfaatannya, mulai dari browsing sampai chatting, dari facebook hinga twitter.Tapi, Bunda, sudahkah kita mendapat manfaat yang sebenarnya dari internet, atau hanya sekedar pengisi waktu luang saja?

Sayang sekali kalau begitu. Padahal, banyak sekali peluang yang bisa Bunda dapat, yang semuanya dapat menambah life-skill kita sebagai wanita, istri, dan ibu. Sebut saja, berbagai peluang bisnis online, mulai dari jual pulsa, buku, pakaian, hingga properti.

Bagi Bunda yang hobi membaca dan menulis, juga banyak lowongan untuk menjadi penulis lepas, penerjemah paruh waktu. Nah, hobi tersalurkan, uang pun mengalir, tanpa harus meninggalkan tanggung jawab utama sebagai ratu rumah tangga. Pelbagai lomba kepenulisan juga banyak, lho, digelar individu atau grup di facebook atau blog. Atau jika merasa belum cukup kompeten, tuangkan saja ide-ide Bunda dalam bentuk tulisan bebas di blog pribadi atau catatan di akun facebook Bunda.   Dijamin, hari-hari Bunda akan lebih berwarna dan penuh semangat!

Jadi, apapun pilihan atau alasan Bunda berinternet-ria, mari, jangan jadikan hal itu hanya sebagai keisengan semata. Niatkanlah untuk mencari pengetahuan, menambah wawasan, dan menjalin pertemanan yang penuh berkah. Insya Allah, dengan niat yang baik, hasil yang kita dapat dari pemanfaatan internet pun tak cuma sekedar mengikuti trend masa kini.

Komentar

  1. Benar sekali mba.... menambah inspirasi

    BalasHapus
  2. setuju saya...inspirasi mengalir bagai air

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Jantung Koroner Menggunakan BPJS

Oktober 2016 lalu, saya menjalani beberapa prosedur pemeriksaan penyakit jantung. Mulai dari masuk UGD, sampai proses kateterisasi jantung (angiografi koroner). Pengalaman saya bisa dibaca di sini dan di sini. Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI, ikut suami saya yang PNS. Kelas rawat kelas I. Sebagian besar prosedur tersebut di-cover oleh BPJS.
Memancing Rujukan
Mengapa hanya sebagian? Karena pada awal sakit, permintaan rujukan saya sempat ditolak dokter keluarga. Alasannya, dokkel melihat kondisi umum saya baik, tak masuk kriteria sakit serius atau gawat. Padahal saat itu, saya merasa sesak di dada dan kesemutan di semua bagian kepala. Sambil minta maaf, dokkel menyarankan saya untuk periksa mandiri dulu. Jika nanti hasilnya menjurus ke sesuatu, baru dia bisa memberikan rujukan ke RS. 
Akhirnya, saya periksa mandiri ke dokter spesialis penyakit dalam di RSUD. Dokter tersebut, alhamdulillah, merespon serius keluhan saya. Saya diminta cek darah (gula darah sewaktu, asam urat, da…