Langsung ke konten utama

My Diary: Masih Kugenggam Impian Itu :)

Nggak terasa, sudah dua Ramadhan terlewati sejak pertama kali aku mulai memberanikan diri menulis. Berarti, sudah dua tahun lebih aku merajut dan berusaha tegar menggenggam impianku.

Aku ingin menulis.
Dan aku sudah melakukannya, puluhan kali.
Aku ingin jadi namaku tercantum di dalam buku-buku.
Dan sudah belasan buku keroyokan menyempilkan namaku di dalam daftar kontributornya.
Senang, sudah tentu. Bangga? Kadang. Siapa sih aku ini? Pemula, so pasti. Jadi, melihat namaku termasuk salah satu dari sekian penulis di buku-buku itu saja sudah bersyukur.

But I still want more.
Aku ingin lebih dari itu. Aku ingin sekali punya buku solo, buku karyaku sendiri.Sebetulnya, aku terobsesi kepingin nulis novel anak. Aku membayangkan, pasti anakku bangga luar biasa kalau emaknya ini bisa menerbitkan buku cerita yang dedicated untuk mereka.

Tapi entah kenapa, sejak aku mengikrarkan diri untuk serius, saat itu juga semangat dan kondisi fisikku seakan bahu-membahu berdemo. Ada saja halangan untuk nulis. Dari masalah klasik emak-emak rempong (yang capeklah, sibuklah, nggak bisa atur waktulah), sampai yang hampir-hampir putus asa (saking mandegnya proses kreatifku - bakalan disambit banyak senior kalo alasan yang ini mengemuka, hehe).

Herannya lagi, kalau dipikir-pikir, semuanya mulai memburuk sejak aku ngebet pingin cari penghasilan dari nulis. Susaaah banget mulainya. Susaaah banget curi waktunya. Setiap ngelonin si bungsu, aku pasti ketiduran. Tiap kali aku berhasil melek, otaknya  blank, atau hatinya nggak konek. Dan setiap kali aku nggak berhasil nulis apapun, kok ya nggak ada rasa bersalah gitu. Alamak!

Padahal dulu di awal aku nulis, sehari nggak posting tulisan di FB, rasanya ada yang hilang. Ada sesal di dada. Ketika bisa munculin satu tulisan, biarpun sepele, tapi rasanya luar biasa. Apalagi melihat antusiasme dan sambutan teman-teman FB, subhanallaah, kadang sampai merinding!

Ada apa denganku, ya?


Well, the point is, aku masih ingin melanjutkan impianku. Aku masih ingin menulis. Jadi penulis. Dengan cara entah bagaimana, dan dalam tempo entah kapan. Biarlah aku berjalan pelan-pelan (kalau nggak mau dibilang merambat), yang penting dalam hati kecilku aku ingin berlari menggapainya. Suer sakewer-kewer!

So, jangan nyerah dong Mak, come on, you can do it!

* * *
Untuk menyemangati diri sendiri, baiklah aku mau sedikit pamer hasil karyaku, hehe...
  1. Setan 911, Leutika, 2010: antologi pertamaku. Rezeki datang lewat cerita setan :D
  2. Selaksa Makna Ramadhan, LeutikaPrio, 2011 (fiksi mini inspiratif)
  3. Wujudkan Mimpimu: Episode Pengamen Jalanan, LeutikaPrio, 2011 (fiksi mini)
  4. Storycake for Ramadhan, Gramedia/GPU, 2011 (kisah inspiratif, bersama IIDN)
  5. Emak Gokil, Rumah Ide, 2011 (kisah seru emak-emak, bareng IIDN lagi)
  6. For The Love of Mom, Imania, 2011 (one of my faves, with IIDN once more)
  7. Persembahan Kupu-kupu, Umahaju, 2011 (fiksimini, kuketik via hape jadul)
  8. Girl's Power, IndiePublishing, 2011 (kisah inspiratif)
  9. Let'e Enjoy The School, Gurita, 2011 (parenting)
  10. Aku dan Buah Hatiku, Elex, 2012 (parenting)
Upcoming:
  • Storycake for Amazing Moms, GPU
  • Ketika Buah Hatiku Sakit, Indie Publishing
  • Emak Jalanan, proyek amal Rumah Dunia
  • Kisah Bersama Lansia
  • Chicken Soup for Teens' Soul, Elex
Winning Something:
  • Pemenang I lomba nulis grup IIDN Semarang, 2011, hadiah buku-buku cerita anak
  • Pemenang I lomba rewrite cerita rakyat grup Penulis Buku Anak IIDN, 2011, hadiah buku
  • Pemenang I lomba cerita lebaran di fanpage temen, 2011, hadiah macem-macem, hehe
  • Pemenang hiburan lomba Moms Go Blogging, majalah Ayahbunda, 2010, dapet flashdisc
  • Pemenang Top Three lomba rewrite dongeng Eropa, grup Penulis Buku Anak, 2012
Muncul di Media:
  • Artikel, di edisi perdana majalah SmiLe, 2011, dapet buku keren-keren
  • Cerpen, idem
  • Rubrik Gado-gado, Femina, Desember 2011, dapet duit, dipake beli hapeodem plus bayar buku sekolah si kakak :p

SEMANGAAAT!

Komentar

  1. insya Allah mbak Naqii... maaf ya baru direply. nggak pernah onlen di kompi sih, hehe. triiims :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Jantung Koroner Menggunakan BPJS

Oktober 2016 lalu, saya menjalani beberapa prosedur pemeriksaan penyakit jantung. Mulai dari masuk UGD, sampai proses kateterisasi jantung (angiografi koroner). Pengalaman saya bisa dibaca di sini dan di sini. Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI, ikut suami saya yang PNS. Kelas rawat kelas I. Sebagian besar prosedur tersebut di-cover oleh BPJS.
Memancing Rujukan
Mengapa hanya sebagian? Karena pada awal sakit, permintaan rujukan saya sempat ditolak dokter keluarga. Alasannya, dokkel melihat kondisi umum saya baik, tak masuk kriteria sakit serius atau gawat. Padahal saat itu, saya merasa sesak di dada dan kesemutan di semua bagian kepala. Sambil minta maaf, dokkel menyarankan saya untuk periksa mandiri dulu. Jika nanti hasilnya menjurus ke sesuatu, baru dia bisa memberikan rujukan ke RS. 
Akhirnya, saya periksa mandiri ke dokter spesialis penyakit dalam di RSUD. Dokter tersebut, alhamdulillah, merespon serius keluhan saya. Saya diminta cek darah (gula darah sewaktu, asam urat, da…