Langsung ke konten utama

[Behind The Pages] Bonbon si Hidung Tomat

“Bonbon, si badut baru, selalu menjadi bintang di setiap pertunjukan! Teman-teman Bonbon, seperti Tally dan Patpat, selalu penasaran kenapa Bonbon terkenal. Selalu bahagia, dan punya banyak teman. Rahasianya ada dalam buku Bonbon si Hidung Tomat.”



BONBON SI HIDUNG TOMAT ( a picture story book)


Assalamu’alaikum, haai ... J
Alhamdulillaah, senangnya! Setelah penantian yang cukup paanjaaang, akhirnya buku ini terbit juga. Buku cerita anak, yang saya tulis dengan sepenuh hati dan segenap kekuatan jiwa raga *enggak lebay, serius!*

Gimana enggak, menulisnya penuh perjuangan. Bareng, seiring sejalan dan kadang berkejaran dengan 2 naskah buku lain, dengan deadline yang nyaris bersamaan. Kebayang, kan?

Nah, jadi begini ceritanya. Waktu itu, saya mendapat rezeki bisa ikutan workshop menulis picture book yang diadakan oleh Mbak Ary Nilandary – one of those Indonesian legendary children books authors. Nekad lahir batin!

Singkat cerita, WS berjalan lancar. Saya yang tergopoh-gopoh mengikuti, karena ‘disambi’ nulis 2 proyek lain itu. Lagipula, saya punya target sendiri, harus sudah merampungkan semua tugas WS jauh hari sebelum tenggat di bulan Maret. Soalnya, bulan itu adik saya nikah :D

Memaksa Otak: Bisa!

Salah satu tugas WS yang paling heboh (menurut saya) dan amat berkesan adalah brainstorming. Saya harus memeras otak tanpa ampun, untuk menulis sekian puluh calon tokoh/karakter dan calon tema buku. Enggak boleh dipilah-pilih, terlintas-tulis! Wih, ini pertama kalinya buat saya. Tadinya saya pikir mustahil saya bisa. Tapi, ternyata, bisa! Bisa menyelesaikan tugas itu, maksudnya. Mengenai hasil, entahlah, hehehe.

Yup, saya baru tahu dan jadi yakin, bahwa otak kita bisa dipaksa untuk jadi produktif. Bahwa ternyata, kata mustahil itu bisa dikalahkan oleh kemauan. Itulah salah satu pelajaran berharga dari WS ini.

Akhirnya, dari sekian puluh karakter dan tema yang saya bikin dengan enggak pede itu, saya harus memilih satu untuk diteruskan dalam bentuk naskah. Nah, katanya, tokoh yang baik itu yang mind-catchy, gampang diingat: lucu, imut, baik, aneh, pokoknya yang bisa bikin kita langsung teringat sama si tokoh. Kalau konteks sinetronnya, sih, kayak si Hello Kitty dan Mbak Hana-nya CHSI, hihihi.

Dan, taraaa ... saya pilih tokoh badut kecil yang baik, punya mimpi jadi badut terkeren, tapi selalu kena bully. Kenapa? Karena sepertinya masih jarang tokoh cerita berupa badut (kayaknya, sih). Dan saya sisipkan per-bully-an, karena saya ingin bercerita tentang kekuatan mental, hati, dan kemauan.
 Awalnya, sih, saya maksudkan cerita ini untuk anak usia SD menengah, sekitar kelas 4 ke atas lah. Karena pada masa itu, anak biasanya sudah mulai mengalami masalah yang kompleks dengan sebayanya. Semisal, bully itu tadi, atau ketika keingingan tak sesuai kenyataan. Saya ingin lewat cerita badut kecil ini, anak-anak mengerti bahwa kita bisa melewati masa-masa sulit dengan easy going. At least, anak-anak bisa mengidentifikasi diri dengan Bonbon the lil clown.

Begitulah. 

Setelah selesai 4 cerita, yang enggak perlulah saya ceritain gimana memblenya saya saat harus menuliskannya, hihihi, naskah itu dinyatakan siap dikirim ke penerbit. Uhuk ... betapa bersemangatnya saya!

Lewat diskusi dan pedekate-eskaesde dengan senior-senior yang baik hati, akhirnya naskah serial Bonbon Badut Sirkus saya kirim ke Bhuana Ilmu Populer (BIP), salah satu penerbit dalam grup Gramedia yang banyak sekali mengeluarkan buku-buku anak keren. Harapan saya, tentu saja, bisa jadi salah satunya.

Yeeaaii!

Alhamdulillaah, rezeki memang enggak akan ke mana. Sekitar seminggu saya kirimkan, saya mendapat email dari editor BIP, yang bunyinya kurang lebih: SELAMAT, naskah Anda akan kami terbitkan!

Reaksi pertama: bengong. Hahahaha, seriusan. Saya kayak orang tulalit. Lha, baru juga dikirim, tahu-tahu sudah di-ACC? Omaigaaad ... Akhirnya, saya sadar dan mengucap syukur. Hanya Allah yang tahu bagaimana rasanya.

Here we go. Next steps. Saya diminta membuat satu cerita lagi, untuk digenapkan 100 halaman. Karena konsep saya yang tadinya serial dalam buku-buku terpisah, akan dijadikan satu buku tebal, sesuai dengan tren yang sedang booming saat ini.

Jenis ilustrasi yang semula full spread (2 halaman berdampingan), dijadikan variatif single-spread. Otomatis, saya harus mengubahsuaikan isinya, dong, agar pas dengan pembagian halaman yang diminta. Saya juga belajar mencari ilustrator. Mulai dari memperkenalkan diri sesopan mungkin, meminta sampel gambar, sampai akhirnya terpilih satu ilustrator saja. Selanjutnya, belajar berdiskusi dan menyamakan persepsi. Komplet, deh.

Pelajaran selanjutnya, belajar sabar menunggu naskah: setting lay out, final check, antre cetak, dan TERBIT!

Fyuuuh ... Bonbon perlu waktu enggak begitu lama untuk dituliskan, namun memakan sekian bulan yang panjang untuk terbit. Enggak apalah. Terbayar sudah. Senin, 11 Agustus 2014, Bonbon si Hidung Tomat, resmi rilis dan edar di Gramedia seluruh Indonesia. 

Semoga kehadirannya bisa menjadi hiburan yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Aamiin. J

Judul Buku         : Bonbon si Hidung Tomat
Penerbit              : Bhuana Ilmu Populer
Ilustrasi               : Evelline Andrya
Jumlah Hal.         :100 halaman
Terbit                   : Agustus 2014
No ISBN             : ISBN 10: 602-249-704-3
No ISBN 13: 978-602-249-704-2

Komentar

  1. Balasan
    1. Aiih, makasiih... makasih juga udah mampir yaa *singkirin spider web :p

      Hapus
  2. Balasan
    1. Makasiiih Bintaa, tunggu Bonbon yaa, jangan lupa diresensi hihi

      Hapus
  3. hai mbak selamat ya wah mbak produktif sekali.. hehe tapi kalau boleh koreksi ya mbak ada typo di awal tulisan..."Bonbon, si badut baru, selalu menjadi bintang di setiap pertunjukan! Teman-teman Bonbon, seperti Tally dan Patpat, selalu penasaran kemapa Bonbon terkenal. Selalu bahafia, dan punya banyak teman. Rahasianya ada dalam buku Bonbon si Hidung Tomat.” (kemapa, bahafia) hihi...

    BalasHapus
  4. Whuaa! Padahal saya paling alergi sama typo, huhuhu *tutupan muka pake parabola. Makasih koreksinya, ya, Mbak Susan. Sudah saya ralat barusan, hehehe.

    BalasHapus
  5. Barakallah Mbak, kereeeeen :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin, makasih doanya, Mbak Oci :D

      Hapus
  6. Wuiih...keren! Saya pengen banget nerbitin buku di BIP. Selamat ya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatur nuhun, Teh Yas. Sama-sama keren kita mah, hihihi.

      Hapus
  7. assalamualaikum bu lia, kalo sekarang kira2 Bonbon masih ada di gramedia ndak ya? hehe rencananya saya mau menganalisis nilai2 karakter dari buku tersebut, sepertinya menarik, hehe makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam, Mbak Maria. Sepertinya masih ada di beberapa Gramedia Bu. Coba nanti saya cari infonya. Terima kasih ^^

      Hapus
    2. iya buk terima kasih, nanti kalo ada waktu saya tak mampir ke gramedia pandanaran hehe

      Hapus
    3. alhamdulillah... buku Bonbon sudah habis terjual di Gramedia Pandanaran dan Gramedia Balai Kota Smg bu.. hehe

      Hapus
    4. Oya? Alhamdulillaah, makasih infonya. Saya mau pesan Bonbon ke penerbit nih, mau pesan sekalian Mbak?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Jantung Koroner Menggunakan BPJS

Oktober 2016 lalu, saya menjalani beberapa prosedur pemeriksaan penyakit jantung. Mulai dari masuk UGD, sampai proses kateterisasi jantung (angiografi koroner). Pengalaman saya bisa dibaca di sini dan di sini. Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI, ikut suami saya yang PNS. Kelas rawat kelas I. Sebagian besar prosedur tersebut di-cover oleh BPJS.
Memancing Rujukan
Mengapa hanya sebagian? Karena pada awal sakit, permintaan rujukan saya sempat ditolak dokter keluarga. Alasannya, dokkel melihat kondisi umum saya baik, tak masuk kriteria sakit serius atau gawat. Padahal saat itu, saya merasa sesak di dada dan kesemutan di semua bagian kepala. Sambil minta maaf, dokkel menyarankan saya untuk periksa mandiri dulu. Jika nanti hasilnya menjurus ke sesuatu, baru dia bisa memberikan rujukan ke RS. 
Akhirnya, saya periksa mandiri ke dokter spesialis penyakit dalam di RSUD. Dokter tersebut, alhamdulillah, merespon serius keluhan saya. Saya diminta cek darah (gula darah sewaktu, asam urat, da…