Langsung ke konten utama

MERAIH IMPIAN BERSAMA LEUTIKA :)

Yup!

Sudah sejak lama sekali, sejak sekolah dasar malah, saya pingin menjadi penulis. Pingin nama saya tercantum di majalah, koran, atau bahkan buku!

Tapi, sampai akhirnya saya berhasil mulai menulis (meski sekedar catatan di facebook), puluhan tahun kemudian, jalan menuju impian itu masih sangat abstrak buat saya. Melihat satu per satu nama sahabat-sahabat facebook (yang kebetulan mayoritas penulis) bermunculan di kaver depan buku, benar-benar membuat saya iri setengah mati. Tapi, iri yang positif, lho! Iri, pingin segera mewujudkan impian jadi nyata! Tapi, bagaimana caranya?

Saat itulah, nama Leutika muncul dalam dunia saya. Dari wall sahabat-sahabat facebook, saya takjub melihat begitu lincah dan inovatifnya penerbit yang bernama Leutika ini! Saya jadi penasaran. Diam-diam, saya mengamati dari jauh setiap kali Leutika mengadakan event kepenulisan.

Dan baru pada saat Leutika mengadakan audisi penulis buku antologi ”Setan 911” tahun 2010 lalu, saya memberanikan diri ikut berpartisipasi. Itulah awal mula perkenalan ’resmi’ saya dengan Leutika. Harap-harap cemas, saya kirimkan hasil karya saya.

Tanpa saya duga sama sekali, saya berhasil!

Alhamdulillah, tulisan saya lolos dalam audisi itu. Saya ingat betul, siang itu, saat membaca pengumuman hasil audisi, saya luar biasa bahagia. Terharu, hingga meneteskan air mata. Saya lolos! Dan itu berarti: TULISAN DAN NAMA SAYA AKAN TERCANTUM DALAM SEBUAH BUKU! Segera saya sms suami: “Ayah, istrimu ini bakal punya buku!” Hehehe..

November 2010, buku antologi “Setan 911” pun terbit. Memegang buku itu di tangan saya, buku pertama saya, melihat nama saya terpampang di daftar isi, ah... rasanya tak percaya! Hiks, mimpi yang menjadi kenyataan! Meski ’hanya’ buku keroyokan, yang ditulis oleh puluhan penulis, tapi tetap saja, serasa sebagian mimpi saya sudah terwujudkan!

Sejak saat itu, saya semakin rajin mengikuti lomba-lomba menulis yang diadakan Leutika. Banyaknya lomba yang inovatif, sangat membantu saya untuk menggali ide. Maklum, namanya juga pemula.

Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah lomba fiksifoto edisi perdana. Benar-benar pengalaman seru, kala berbagai foto hewan dalam pose lucu, harus dituang menjadi fiksi mini!

Seringnya Leutika menggelar lomba menulis, telah memacu semangat para writer-wanna be seperti saya untuk terus berkarya. Kalah di satu lomba, muncul lomba berikut.. Pun membuka banyak sekali peluang untuk ikut terpajang dalam sebuah buku, karena sering sekali Leutika berbaik hati membukukan karya-karya pemenang lomba.

Bagi saya, Leutika benar-benar telah menjadi pembuka jalan saya menuju impian dan cita-cita saya: menjadi penulis. Thank you so much, Leutika!

Teruslah menjadi yang terdepan dalam inovasi dan komitmen, karena di mata saya, Leutika adalah penerbit terinovatif dalam segala hal: ide lomba, cara berinteraksi dengan para leutikans, kemudahan dalam pelayanan pemesanan dan pembelian buku, sampai memanjakan penulis yang ingin menerbitkan buku secara indie.

Dalam kurun waktu setahun sejak perkenalan dengan Leutika, telah lahir banyak gagasan yang segar dan baru. Leutika Prio, lini self-publishing yang keren(sstt.. menurut testimoni beberapa teman yang telah menjajal Leutika Prio, semua mengacungkan jempol, lho! Beberapa buku antologi saya yang berikutnya juga bakal diterbitkan di sini!); SmiLe, sekolah menulis Leutika; Leutika Reading Society, komunitas pecinta baca yang tersebar di berbagai kota, eLBe; langganan buku, sampai peluncuran website Leutika Prio!

Tetap semangat, menjadi yang terdepan dan terbaik, menebar inspirasi untuk cinta menulis dan membaca! Read, Write, Inspire.

HAPPY 2nd BIRTHDAY, LEUTIKA!

Komentar

  1. Mbak ... Aku mampir ya. Silahkan mampir juga ke rmh sederhanaku :)

    BalasHapus
  2. Mimpi jadi Nyata ya mba... akhirnya dengan gigih dan semangat keinginannya tercapai bersama Leutika.. bravo mba n Leutia.

    BalasHapus
  3. tetap selamat ya Lia...
    semoga sukses

    BalasHapus
  4. Selamat Bunda...sukses selalu

    BalasHapus
  5. alhamdulillah ... salam kenal mba ^^
    risablogedia.blogspot.com

    BalasHapus
  6. Sudah berhasil menulis kan.
    Lanjut dengan menulis cerpen, novel atgau buku lain yang bermanfaat.
    Saya juga ingin menerbitkan buku je.
    Sekarang kan banyak penerbit yang mengakomodir keinginan para penulis.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Jantung Koroner Menggunakan BPJS

Oktober 2016 lalu, saya menjalani beberapa prosedur pemeriksaan penyakit jantung. Mulai dari masuk UGD, sampai proses kateterisasi jantung (angiografi koroner). Pengalaman saya bisa dibaca di sini dan di sini. Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI, ikut suami saya yang PNS. Kelas rawat kelas I. Sebagian besar prosedur tersebut di-cover oleh BPJS.
Memancing Rujukan
Mengapa hanya sebagian? Karena pada awal sakit, permintaan rujukan saya sempat ditolak dokter keluarga. Alasannya, dokkel melihat kondisi umum saya baik, tak masuk kriteria sakit serius atau gawat. Padahal saat itu, saya merasa sesak di dada dan kesemutan di semua bagian kepala. Sambil minta maaf, dokkel menyarankan saya untuk periksa mandiri dulu. Jika nanti hasilnya menjurus ke sesuatu, baru dia bisa memberikan rujukan ke RS. 
Akhirnya, saya periksa mandiri ke dokter spesialis penyakit dalam di RSUD. Dokter tersebut, alhamdulillah, merespon serius keluhan saya. Saya diminta cek darah (gula darah sewaktu, asam urat, da…