Langsung ke konten utama

HADIAH ISTIMEWA BUAT EMAK

Bebi si anak beruang memandang ibunya dengan tatapan sedih. Di dapur yang kotor itu, Emak Beruang sedang berjibaku dengan gundukan bawang merah yang telah dikupas. Satu per satu, Emak Beruang memungut bawang merah itu, lalu dengan cekatan diirisnya menjadi irisan tipis-tipis.

Sesekali, Emak berhenti mengiris. Lalu, Emak akan menengadahkan wajahnya, dan memejamkan matanya erat-erat. Tangannya mengusap air mata yang menetes.

"Duh, pedih sekali mataku," lirih Emak berbisik.

Ah, Bebi hanya bisa meringis dari jauh, ikut merasakan pedihnya mata Emak. Ya, bawang merah memang akan mengeluarkan gas atsiri jika dikupas atau diiris. Uapnya membuat mata kita terasa sangat panas dan pedih. Bayangkan, bagaimana sakitnya mata Emak Beruang, yang harus mengiris seember penuh bawang merah? Bebi sungguh tak tega. Tapi, bagaimana lagi? ltulah sumber rezeki keluarga mereka: membuat dan menjual bawang goreng!

"Andai ada alat yang bisa meringankan pekerjaan Emak," batin Bebi. "Coba kutanya pada Pak Owl!"
Bebipun pergi ke rumah pohon Pak Owl, si burung hantu tua yang serba tahu.

"Maaf Pak, tahukah Bapak, alat yang bisa membantu Emak mengiris bawang? Aku tak tega melihat Emak terus menahan pedih di matanya, setiap hari. Tolonglah, Pak!" pinta Bebi.

Pak Owl berdehem, lalu menyuruh Bebi menunggu. Pak Owl masuk ke dalam rumah. Dan ketika ia keluar lagi, ia menjinjing sesuatu mirip koper kecil. Bebi menatap penasaran.

"lni namanya laptop, Bebi. Komputer jinjing!" jelas Pak Owl. Bebi mengangguk. Lalu Pak Owl mengetik di papan berhuruf itu. Belakangan, Bebi baru tahu, papan itu bernama keyboard.

"Hmm..Ini dia!" seru Pak Owl. Bebi mengerutkan kening, bingung.

"Begini. Tadi aku memakai jaringan internet di laptopku ini. Dengan internet, kita bisa mengetahui banyak hal dengan mudah dan cepat!" ujar Pak Owl.

"Dan aku berhasil menemukan suatu alat hebat! Namanya slicer, atau mesin pengiris otomatis. Kita tinggal hubungkan ke listrik, lalu masukkan bawang. Alat itu akan langsung mengiris sendiri! Tak ada lagi mata pedih!" jelas Pak Owl penuh semangat.

"Benarkah, Pak? Wow, keren!" seru Bebi. "Tapi, di mana aku bisa mendapatkannya? Pasti mahal, ya?"

Pak Owl menepuk pundak Bebi. la sangat sayang pada beruang kecil yang manis dan pintar itu. la juga ingin membantu Emak Beruang.

"Tenang saja. Aku akan membelikan alat slicer itu!" senyum Pak Owl.

"Aku tinggal pesan di toko online saja. Uangnya kukirim lewat bank, dan datanglah paket slicer untuk Emakmu!" kata Pak Owl lagi.

"Waah, ternyata internet banyak gunanya, ya! Terima kasih, Pak!" Bebi mencium Pak Owl.

*    *    *


Tiga hari kemudian, sebuah truk kecil perusahaan pengiriman barang berhenti di depan rumah Bebi. Paket slicer-nya tiba! Bebi senang sekali! Segera dibawanya paket itu ke dapur.

"lni buat Emak, sebagai tanda sayang dariku," ujar Bebi. "Pak Owl yang membelikan."

"Apa ini?" tanya Emak, sambil membongkar paket itu.

"Ya ampun! Slicer! Pengiris bawang otomatis! Terima kasih, Sayang!" Emak sangat gembira. Dengan slicer, ia bisa menghasilkan jauh lebih banyak irisan bawang, dalam waktu yang lebih cepat! Bahkan, iapun bisa mengiris kentang dan singkong juga!

Berdua Bebi, Emak mencoba slicer itu. Berbutir bawang terajang dengan halus dan cepat. Emak tak perlu mengiris lagi. Tak ada lagi pedih di mata. Benar-benar alat yang berguna!

Emak sangat bersyukur, memiliki anak yang penuh perhatian, juga tetangga yang baik hai dan dermawan. Mulai saat itu, setiap hari, Bebi selalu mengantarkan bawang goreng dan keripik kentang untuk Pak Owl, sebagai tanda terima kasih.

Komentar

  1. kereeen.. smoga lolos barengan yua hehe

    BalasHapus
  2. tengkyuuu... amiiin.. bikine tadi malem, pake hape lho, sampe jam setengah dua hehe

    BalasHapus
  3. @mataharitimoer, maksudnya gimana ya? yang kemaren mana sih? aku kok nggak ngerti :) jangan2 ada yg mirip sama ceritaku ini ya? padahal, suer, ini asli ngarang.com :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Jantung Koroner Menggunakan BPJS

Oktober 2016 lalu, saya menjalani beberapa prosedur pemeriksaan penyakit jantung. Mulai dari masuk UGD, sampai proses kateterisasi jantung (angiografi koroner). Pengalaman saya bisa dibaca di sini dan di sini. Saya terdaftar sebagai peserta BPJS Non PBI, ikut suami saya yang PNS. Kelas rawat kelas I. Sebagian besar prosedur tersebut di-cover oleh BPJS.
Memancing Rujukan
Mengapa hanya sebagian? Karena pada awal sakit, permintaan rujukan saya sempat ditolak dokter keluarga. Alasannya, dokkel melihat kondisi umum saya baik, tak masuk kriteria sakit serius atau gawat. Padahal saat itu, saya merasa sesak di dada dan kesemutan di semua bagian kepala. Sambil minta maaf, dokkel menyarankan saya untuk periksa mandiri dulu. Jika nanti hasilnya menjurus ke sesuatu, baru dia bisa memberikan rujukan ke RS. 
Akhirnya, saya periksa mandiri ke dokter spesialis penyakit dalam di RSUD. Dokter tersebut, alhamdulillah, merespon serius keluhan saya. Saya diminta cek darah (gula darah sewaktu, asam urat, da…